Saturday, April 16, 2011

belajar

belajar, belajar, dan belajar. Bila kita mendengar hal itu, tentunya hal yang terbesit dalam hati adalah membaca, menulis, mendengarkan ceramah. Bener g' ? Tapi mari kita tinjau ulang tentang pengertian kita selama ini. Apakah memang benar demikan makna yang terkandung dari kata belajar. Jika kita melihat gejala alam, hal tersebut merupakan belajar bukan ya ? jika kita tiba-tiba diputus ma pacar, kalo kita dipukul orang, dicaci maki orang, di mohon bantuan oleh orang lain, apakah semua itu termasuk bagian dari belajar ? atau bukan sama sekali ? sebenarnya ini adalah hal yang remeh namun bila kita mengkajinya lebih dalam,woooow maknanya sangat luas lhoooo. Mari kita bahas masing-masing dari permasalahan diatas. Alam yang biasanya selalu tersenyum tatkala kita berpapasan dengannya kapan saja, mulai bersatunya roh dengan jasad setelah semalaman bercerai akibat fitnah ngantuk yang disebabkan oleh rasa skit hati sang mata, sampai kita tidyur lagi. Namun ketika kita menemuinya cemberut, karena dah keriput dan sering batuk-batuk (misalnya tanah longsor, hujan yang tak menentu, nih yang paling ngeri tsunami kaya di jepang tuh). Apa yang harus kita lakukan? siapa yang harus kita salahkan ? Apakah Tuhan tidak adil, karena tidak memberi tahu alasan yang konkrit tentang sebab kejadian tersebut ? Hai kawan tatkala kita mendengar orang berkata Ini ulah tangan manusia yang dzalim! apakah kita setuju dengan ungkapan tersebut ? tentunya kita bisa mengambil kesimpulan berarti melihat gejala alam merupakan proses belajar juga. Waduh dah sore nih nanti kalo ada kesempatan lagi akan kusambung pembahasan ini dengan bukti-bukti yang konkrit.

0 comments:

Post a Comment